PPATK Deteksi Aliran Dana Mencurigakan Terkait Pemilu 2019

Direktur Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Salman, mengatakan lembaga tersebut telah mengawasi sejumlah transaksi keuangan selama pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan menjelang Pemilihan Umum 2019.

“Sejak awal 2018 sudah kami awasi,” kata dia, kemarin. Menurut Salman, PPATK telah mendeteksi sejumlah aliran uang yang terindikasi tidak wajar terkait dengan Pemilu 2019. “Aliran uang itu masih didalami,” ujarnya.

PPATK juga telah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan aliran dana pada masa pemilu. Pernyataan Salman itu sesuai dengan kajian PPATK ihwal sumber dana ilegal dalam masa kampanye pemilu yang dirilis pada Februari lalu.

baca juga : http://sa-mbec.org/genset-tipe-silent-terbaik/

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan setidaknya terdapat empat sumber dana yang berpotensi mencurigakan.

Keempat sumber itu adalah sumber dana dari perseorangan, partai politik, badan usaha, dan kelompok atau organisasi masyarakat. Ia juga menyebutkan PPATK mendeteksi adanya peningkatan transaksi keuangan selama masa pemilihan kepala daerah serentak pada Juni lalu.

Namun ia belum dapat memastikan keterkaitan antara peningkatan transaksi itu dan pencucian uang untuk biaya politik. “Masih kami analisis apakah terkait pidana atau bukan,” ucap Salman.

PPATK menyiapkan dua langkah terhadap temuan transaksi mencurigakan tersebut. Pertama, jika transaksinya rumit, PPATK akan memanggil pihak-pihak yang diduga berhubungan.

Kedua, jika transaksinya sederhana, PPATK cukup menganalisis aliran dana. “Jika hasil analisis ditemukan indikasi pelanggaran pidana, kami serahkan kepada penyidik,” ujarnya.